Wisata

GERBANG KUDUS

    Para petualang yang belum tahu dimana tempat ada sebuah kota kecil, kabarnya sih kota paling kecil di Jateng. tapi walaupun kecil di Kudus termasuk kota mempunyai banyak tempat-tempak asyik untuk dikunjungi. selain banyak tempat wisata alam, religi maupun kuliner, orang-orangnya juga ramah dan sopan man. 
    Jika kalian memasuki kota kudus dari arah kota Semarang, kalian bakal disambut oleh gerbang Kudus yang sangat megah man. Dengan cahaya lampu yang bergonta-ganti warna. Gerbang Kudus Kota Kretek atau GKKK adalah sebuah monumen berupa gerbang masuk kota yang berada di kawasan Taman Tanggul Angin, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Monumen ini melambangkan kota asal dari rokok kretek yaitu Kudus. Gerbang Kudus Kota Kretek ini diklaim termegah di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara lho,,, Gerbang ini berbentuk daun tembakau yang menggambarkan Kudus Kota Kretek.
MUSEUM KRETEK

     Bangunan Museum Kretek yang berdiri di atas areal seluas 2 hektar ini terbilang sangat indah dan megah. Di depannya ada dua bangunan terpisah berasitektur rumah adat Kudus dan surau gaya Kudus.
Lokasi Museum ini tak terlalu sulit untuk dijangkau, baik dengan kendaraan pribadi maupun umum. Kota Kudus terletak 50 km timur Semarang, paling tidak bisa menghabiskan waktu kurang dari satu jam dari Semarang. Wahana Museum Kretek ada Mini Bioskop, Rumah Adat Kudus, dan Kolam Renang. 
           Museum kretek didirikan bertujuan untuk menunjukan bahwa kretek berkembang sangat pesat di tanah jawa khususnya di kota kudus. Di museum ini diperkenalkan mulai dari sejarah tentang kretek hingga proses produksi rokok kretek, mulai dari pembuatan secara manual sampai menggunakan teknologi modern. Di sana juga bisa ditemukan siapa saja tokoh-tokoh yang berperan besar dalam memajukan bisnis rokok di Indonesia.
         Interior museum dipenuhi dengan patung-patung dan berbagai macam perlengkapan pembuatan rokok. Patung-patung itu adalah hasil karya seniman-seniman Kudus, khususnya dari kalangan pendidik.

RUMAH FOSIL
        Situs purbakala Patiayam Kudus ini memang tidak setenar kawasan purbakala lainnya seperti Sangiran maupun Mojokerto. Namun menurut riset arkeologi, bisa dibilang temuan fosil di Patiayam relatif lengkap karena selain fosil hewan purba, disini pernah juga ditemukan fosil manusia purba Homo erectus beserta alat-alat penunjang kehidupan manusia purba.

MAKAM SUNAN KUDUS
        Berdirinya Masjid Menara Kudus tidak lepas dari peran Sunan Kudus sebagai pendiri dan pemrakarsa. Sebagaimana para walisongo yang lainnya, Sunan Kudus memiliki cara yang amat bijaksana dalam dakwahnya. Di antaranya, dia mampu melakukan adaptasi dan pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat yang telah memiliki budaya mapan dengan mayoritas beragama Hindu dan Budha. Pencampuran budaya Hindu dan Budha dalam dakwah yang dilakukan Sunan Kudus, salah satunya dapat kita lihat pada masjid Menara Kudus ini.
           Masjid ini didirikan pada tahun 956 H atau 1549 M. Hal ini dapat diketahui dari inskripsi (prasasti) pada batu yang lebarnya 30 cm dan panjang 46 cm yang terletak pada mihrab masjid yang ditulis dalam bahasa Arab

MAKAM SUNAN MURIA


     Makam Sunan Muria terletak di lereng Gunung Muria di Kabupaten Kudus Jawa Tengah atau tepatnya beralamat di Desa Colo Kecamatan Dawe Kab. Kudus. Dari Terminal Kudus, anda dapat naik angkutan kota yang langsung menuju ke Muria, yaitu jurusan Colo.
        Di sekitar Makam Sunan Muria, anda juga dapat menikmati berbagai produk asli dari warga sekitar, yaitu misalnya kopi, pisang byar, jeruk pamelo, rambutan, durian dll. Namun produk yang bisa dibilang unik adalah buah parijoto. Parijoto merupakan buah asli Gunung Muria. Masyarakat setempat percaya bahwa seorang ibu yang sedang mengandung apabila memakan buah parijoto maka anak yang dilahirkan akan apabila perempuan maka akan menjadi cantik dan apabila laki-laki maka akan memiliki wajah yang tampan.

PUNCAK 29 GUNUNG MURIA
      Puncak Saptorenggo atau disebut juga Puncak Songolikur adalah puncak tertinggi di Gunung Muria Jawa Tengah dengan ketinggian 1602 meter dpl. Puncak ini termasuk dalam wilayah administratif desa Rahtawu, Gebog Kabupaten Kudus Jawa Tengah.
     Selain menjadi puncak yang menarik perhatian setiap Pecinta Alam untuk mendakinya, juga menjadi tempat tujuan bagi para pencari berkah dan pelaku spiritual utamanya pada setiap bulan sura atau bulan muharam.
Terdapat dua rute pendakian yang dapat ditempuh untuk mencapai puncak Songolikur. Rute tersebut adalah:
Melalui Pos Pendakian di dukuh Semliro desa Rahtawu, Gebog Kabupaten Kudus.
Melalui Pos di desa Tempur, Keling, Kabupaten Jepara.Wukir Rahtawu adalah sebuah gunung yang terletak berdampingan dengan gunung Muria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar